Minggu, 05 April 2015

On 20.08 by Inter Delta in


KONDISI PEREKONOMIAN
Akselerasi pemulihan ekonomi nasional terus berlanjut di tahun 2012. Pertumbuhan diperkirakan mencapai 6,22% cenderung stabil dari 6,5% pada tahun sebelumnya. Di sisi lain tingkat inflasi dapat ditekan hingga mencapai 5,2% atau lebih tinggi dibanding inflasi tahun 2011 (3,7%). Inflasi tahun 2012 ini bahkan lebih tinggi dari target  awal tahun yang diperkirakan pada kisaran 4,5% ± 1%. Sementara itu nilai tukar Rupiah mengalami sedikit peningkatan  di tahun 2012, sehingga pada akhir tahun nilai tukar Rupiah ditutup pada level Rp. 9.670 per 1 USD dan Rp. 111,97 per 1 JPY.
Kinerja Perseroan 2012
Pada tahun 2012 Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp. 102,51 milyar atau turun Rp. 7,54 milyar dibanding penjualan tahun sebelumnya yang  mencapai Rp. 110,05 milyar atau turun sebesar 6,85%. Penurunan penjualan yang mencapai 6,85% ini disebabkan oleh perkembangan teknologi kearah teknologi digital, sehingga menurunkan permintaan terhadap pemakaian film.
Kontribusi terbesar dari penjualan pada tahun ini adalah penjualan kertas cetak foto, dimana penjualan pada segmen ini mencapai Rp. 71,80 milyar atau sebesar 70,05% dari total penjualan. Penjualan pada segmen ini terdapat peningkatan sebesar Rp. 7,46 milyar atau sebesar 11,60% dibanding tahun lalu. Kontinuitas ketersediaan barang dagangan menjadi kunci peningkatan penjualan pada segmen ini.
Segmen usaha Bahan kimia memberikan kontribusi sebesar Rp. 9,59 milyar atau sebesar 9,36%  dari total penjualan 2012. Penjualan segmen usaha ini mengalami penurunan sebesar Rp. 565 juta atau sebesar 5,57% dibanding penjualan tahun lalu yang mencapai Rp.10,15 milyar.
Segmen usaha Film memberikan kontribusi sebesar Rp 6,81 milyar atau sebesar  6,64%  dari total penjualan tahun 2012. Penjualan segmen usaha ini mengalami penurunan sebesar Rp 16,59 milyar atau sebesar 70,89% dibanding penjualan tahun lalu yang mencapai Rp 23,40 milyar. Perkembangan teknologi mempunyai pengaruh dalam penurunan penjualan segmen usaha ini.
Selanjutnya segmen usaha lainnya memberikan kontribusi sebesar Rp 14,30 milyar atau sebesar 13,95%  dari total penjualan tahun 2012. Penjualan segmen usaha ini mengalami peningkatan sebesar Rp 2,14 milyar atau sebesar 17,67% dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 12,15 milyar.
Biaya – biaya
Pada tahun 2012 beban biaya penjualan, umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,4 milyar atau sebesar 8,71%. Dampak dari peningkatan penjualan di tahun 2012 adalah naiknya biaya operasional yang menjadi beban Perseroan.
Pos-pos biaya yang mengalami peningkatan pada pokoknya adalah biaya gudang dan distribusi serta biaya perjalanan dinas. Selain itu akun biaya operasi lainnya dibukukan sebesar Rp. 1,08 milyar.
Namun demikian perlu dicatat juga bahwa penurunan penjualan Perseroan yang berarti juga menurunnya pembelian barang dagangan kepada principal, telah mengakibatkan menurunnya beban pokok penjualan sebesar Rp 7,64 milyar atau sebesar 8,77% dari Rp 87,08 milyar di tahun 2011 menjadi Rp 79,44 milyar di tahun 2012
Sehingga secara total biaya operasi tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp. 3,65 milyar  atau sebesar 26,64%.
Menurunnya penjualan dan kenaikan biaya yang menjadi beban tahun ini mengakibatkan penurunan laba komprehensif Perseroan dari Rp. 6,27 milyar di tahun 2011 menjadi Rp. 3,88 milyar di tahun ini atau turun sebesar Rp. 2,39 milyar atau sebesar 38,10%.
Neraca
Akun jumlah aset serta jumlah liabilitas dan ekuitas pada tanggal 31 Desember 2012 turun sebesar 6,22% dibanding tanggal 31 Desember 2011, atau turun sebesar Rp. 3,56 milyar yaitu dari Rp. 57,33 milyar pada tahun 2011 menjadi Rp. 53,76 milyar pada tahun 2012.
Penurunan akun-akun ini pada dasarnya dipengaruhi oleh membaiknya kinerja Perseroan pada tahun 2012. Fasilitas cerukan yang diperoleh di tahun 2011 sebesar Rp 12,85 milyar turun menjadi Rp 8,97 milyar. Selanjutnya Utang Usaha pada akhir tahun 2012 turun sebesar Rp 5,78 milyar atau sebesar 36,52% dibanding Utang Usaha tahun 2011.
Persediaan barang dagangan naik sebesar Rp. 2,65 milyar atau sebesar 9,21% dibanding dengan persediaan barang dagangan pada akhir tahun 2011.
Menurunnya penjualan sebesar Rp. 7,54 milyar mengakibatkan turunnya pada pos Piutang Usaha sebesar Rp.6,10 milyar. Selanjutnya penurunan penjualan ini berdampak pada Laba Kotor, Laba Usaha dan Laba Bersih Perseroan. Kenaikan Ekuitas Perseroan bersumber dari Laba Bersih Perseroan tahun 2012 sebesar Rp. 3,88 milyar.
Dengan demikian rasio-rasio keuangan Perseroan juga menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik seperti current ratio tahun 2012 meningkat menjadi 216,4% dibanding tahun sebelumnya 168,4%; Return on Asset ratio 7,23% dibanding tahun lalu sebesar 10,95%; debt to Equity ratio menjadi 178,9% dibanding tahun lalu sebesar 272,5%.
Namun demikian perlu dicatat meskipun selama dua tahun berturut-turut Perseroan mampu membukukan laba bersih, namun sampai saat ini Perseroan masih membukukan saldo laba negatif (deficit) sehingga sesuai peraturan perundang-undangan Perseroan belum diperbolehkan untuk membagikan deviden.
KINERJA PERSEROAN TRIWULAN I 2013
Penjualan Perseroan pada periode tiga bulan pertama tahun 2013 naik sebesar 20,79% atau sebesar Rp. 4,21 milyar dibanding periode yang sama tahun 2012.
Kenaikan penjualan secara total ini didukung oleh naiknya penjualan pada segmen Usaha Kertas Cetak Foto sebesar 26,29% atau naik sebesar Rp. 3,73 milyar sehingga pada triwulan I 2013 penjualan segmen ini dibukukan sebesar Rp. 17,89 milyar.
Sedang penjualan Film mengalami penurunan sebesar Rp.1,69 milyar atau turun sebesar 62,17% dibanding tahun lalu.
Adanya kenaikan Penjualan berpengaruh pada naiknya Arus Kas masuk dari aktivitas operasi.
Dengan bertambahnya Arus Kas ini, fasilitas overdraft yang dimanfaatkan pada 31 Maret 2013 hanya sebesar Rp. 7,13 milyar sedang pada 31 Desember 2012 pemanfaatan fasilitas ini sebesar Rp. 8,97 milyar,  Utang   Usaha mengalami penurunan  sebesar Rp 3,51 milyar dari Rp 10,05 pada 31 Desember 2012 menjadi Rp 6,54 milyar dan Utang lain-lain  mengalami penurunan sebesar Rp 1,20 milyar dari Rp 1,38 milyar pada 31 Desember 2012 menjadi RP 178 juta.
Sehingga pos Total Liabilitas Jangka Pendek mengalami penurunan sebesar Rp 7,57 milyar yaitu dari Rp 21,87 milyar pada 31 Desember 2012 Rp.14,29 milyar pada 31 Maret 2013 atau turun sebesar 34,62% dibanding Laporan Keuangan Tahunan Auditan terakhir.
Prospek 2013
Peluang dan tantangan selalu terbuka di setiap tahun, begitu juga tahun 2013. Pertumbuhan ekonomi domestik tahun 2013 diperkirakan pada kisaran 6,35%-6,4% sedang inflasi ditargetkan sebesar 4,5% – 5%.
Terjaganya stabilitas ekonomi sangat tergantung pada kondisi perekonomian global terutama imbas dari krisis keuangan di Eropa. Manajemen tetap berharap stabilitas perekonomian nasional dapat dijaga di tahun 2013 ini sehingga kondusif untuk pengembangan usaha.
Ditahun 2013 ini, Perseroan akan tetap melanjutkan program-program yang telah dilakukan di tahun sebelumnya, baik untuk program pemasaran, operasional maupun program peningkatan kapabilitas karyawan melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan baik internal maupun eksternal.
Perseroan juga akan terus mencermati setiap perkembangan terutama dunia usaha yang berkaitan dengan usaha perseroan seperti perkembangan teknologi dan perubahan harga. Dengan demikian Perseroan akan lebih siap dan lebih mempunyai daya saing yang semakin kuat