Selasa, 01 September 2015

On 21.10 by Inter Delta in

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2014 mencapai 5,1% lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2013 sebesar 5,7%, dan nilai tukar Rupiah terpuruk sepanjang tahun 2014 dan ditutup Rp 12.440 per 1 USD, dimana cukup berpengaruh terhadap margin penjualan Perseroan karena produk yang kami pasarkan sebagian besar adalah import dan dibayar dengan mata uang US Dollar.


Tinjauan Operasi per Segmen

Pada tahun 2014 Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 93,82 milyar atau turun Rp 12,22 milyar dibanding penjualan tahun 2013 yang  mencapai Rp 106,04 milyar atau turun sebesar 11,53%.

Kontribusi terbesar penjualan tahun ini adalah penjualan kertas cetak foto, dimana penjualan pada segmen ini mencapai Rp 75,23 milyar atau sebesar 80,20% dari total penjualan ditahun 2014. Penjualan pada segmen ini terdapat peningkatan sebesar Rp 398 juta atau sebesar 0,53% dibanding tahun 2013. Kontinuitas ketersediaan barang dagangan menjadi kunci peningkatan penjualan pada segmen ini.

Segmen usaha bahan kimia memberikan kontribusi sebesar Rp 10,47 milyar atau sebesar 11,17% dari total penjualan 2014. Penjualan segmen usaha ini mengalami peningkatan sebesar Rp 926 juta atau sebesar 9,70% dibanding penjualan tahun 2013 yang mencapai Rp 9,55 milyar.

Segmen usaha film memberikan kontribusi sebesar Rp 13 juta atau sebesar 0,01% dari total penjualan tahun 2014. Penjualan segmen usaha ini mengalami penurunan sebesar Rp 1,62 milyar atau sebesar 99,15% dibanding penjualan tahun 2013 yang mencapai Rp 1,63 milyar. Perkembangan teknologi mempunyai pengaruh dalam penurunan penjualan segmen usaha ini.

Selanjutnya segmen usaha lainnya memberikan kontribusi sebesar Rp 8,09 milyar atau sebesar 8,62% dari total penjualan tahun 2014. Penjualan segmen usaha ini mengalami penurunan sebesar Rp 11,94 milyar atau sebesar 59,60% dibanding tahun 2013 yang mencapai Rp 20,03 milyar.


-  Analisa Kinerja Keuangan

Akun jumlah aset serta jumlah liabilitas dan ekuitas pada tanggal 31 Desember 2014 turun sebesar 4,60% dibanding tanggal 31 Desember 2013, atau turun sebesar Rp 2,46 milyar yaitu dari Rp 53,41 milyar pada tahun 2013 menjadi Rp 50,96 milyar pada tahun 2014.

Penurunan akun-akun ini pada dasarnya dipengaruhi oleh membaiknya kinerja Perseroan pada tahun 2014. Fasilitas cerukan yang diperoleh di tahun 2013 sebesar Rp 8,90 milyar turun menjadi Rp 5,51 milyar. Selanjutnya utang usaha pada akhir tahun 2014 turun sebesar Rp 1,68 milyar atau sebesar 25,56% dibanding utang usaha tahun 2013 sebesar Rp 6,58 milyar. Persediaan barang dagangan turun sebesar Rp 3,65 milyar atau sebesar 11,95% dibanding dengan persediaan barang dagangan pada akhir tahun 2013.

Penjualan tahun 2014 mengalami penurunan sebesar Rp 12,23 milyar, penurunan ini berdampak pada laba kotor, laba usaha dan laba bersih Perseroan. Kenaikan ekuitas Perseroan bersumber dari laba bersih Perseroan tahun 2013 sebesar Rp 3,60 milyar.

Pada tahun 2014 beban biaya penjualan, umum dan administrasi dapat ditekan turun sebesar Rp 1,37 milyar dari Rp 17,86 milyar di tahun 2013 menjadi Rp 16,48 milyar atau turun sebesar 7,70%.

Meningkatnya pembelian barang dagangan kepada principal, telah mengakibatkan naiknya pendapatan dalam bentuk rabat yang diterima Perseroan dari principal. Rabat ini disajikan sebagai akun pendapatan operasi lainnya yang naik sebesar Rp 3,66 milyar atau sebesar 70,6% dari Rp 5,18 milyar di tahun 2013 menjadi Rp 8,84 milyar di tahun 2014.  

Dengan demikian rasio-rasio keuangan Perseroan juga menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, seperti Current Ratio di tahun 2014 meningkat menjadi 388,25% dibanding tahun 2013 sebesar 273,54%; Return on Asset Ratio di tahun 2014 menurun menjadi 7,06% dibanding tahun 2013 sebesar 8,05%; Debt to Equity Ratio di tahun 2014 menurun menjadi 87,50% dibanding tahun 2013 sebesar 126,54%.


-  Prospek Usaha

Sampai akhir tahun 2014 ekonomi global terus diliputi ketidakpastian, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dan tingginya inflasi  menjadi sinyal memburuknya kondisi makro ekonomi yang bisa menimbulkan tekanan ekonomi dan konsekuensinya target pertumbuhan ekonomi tahun 2014 bisa tergelincir, namun walaupun demikian Perseroan mampu meningkatkan kinerjanya kembali.

Sepanjang tahun 2014 kami telah melakukan evaluasi terutama program-program yang berhubungan tentang marketing dengan tujuan untuk dapat meningkatkan penjualan,seperti:

-  Dalam meningkatkan efektifitas pemasaran dan penjualan tetap melanjutkan program-program yang telah dilakukan di tahun sebelumnya.

-  Memperkuat dan mengembangan portofolio bisnis baru.

-  Terus mencermati setiap perkembangan terutama dunia usaha yang berkaitan dengan usaha Perseroan seperti perkembangan teknologi dan perubahan harga. Dengan demikian Perseroan akan lebih siap dan lebih mempunyai daya saing yang semakin kuat.

Walaupun ada beberapa kendala yang dihadapai Perseroan terutama perubahan teknologi digital yang begitu cepat , pelemahan nilai tukar Rupiah dan tingginya inflasi, namun berkat praktik pengelolaan risiko yang berhati-hati Perseroan mampu mengatasi kendala tersebut.


-  Kinerja Perseroan Triwulan I 2015


Perseroan pada periode tiga bulan pertama tahun 2015 membukukan penjualan sebesar 17,87 milyar. Penjualan secara total ini didukung oleh penjualan pada segmen Usaha Kertas Cetak Foto sebesar 13,80 milyar, bahan kimia pemrosesan foto sebesar 2,14 milyar dan lain-lain sebesar 1,94 milyar. 

Dengan bertambahnya Arus Kas, fasilitas overdraft yang dimanfaatkan pada 31 Maret 2015 hanya sebesar Rp 6,46 milyar. Utang Usaha mengalami penurunan  sebesar Rp 4,08 milyar dari Rp 4,90 milyar pada 31 Desember 2014 menjadi Rp 815 juta pada 31 Maret 2015 dan Utang lain-lain mengalami kenaikan sebesar Rp 9,21 juta dari Rp 29,13 juta pada 31 Desember 2014 menjadi Rp 38,33 juta pada 31 Maret 2015.

Sehingga pos Total Liabilitas Jangka Pendek mengalami penurunan sebesar Rp 2,84 milyar yaitu dari Rp 10,90 milyar pada 31 Desember 2014 menjadi Rp.8,05 milyar pada 31 Maret 2015 atau turun sebesar 26,11% dibanding Laporan Keuangan Tahunan Auditan terakhir.


- Target Perusahaan Satu Tahun Mendatang

Peluang dan tantangan selalu terbuka di setiap tahun, begitu juga tahun 2015. Pertumbuhan ekonomi domestik tahun 2015 diperkirakan pada kisaran 5,4%-5,8% sedang inflasi ditargetkan sebesar 5,1%- 6%.

Terjaganya stabilitas ekonomi sangat tergantung pada kondisi perekonomian global terutama imbas dari krisis keuangan di Eropa. Manajemen tetap berharap stabilitas perekonomian nasional dapat dijaga di tahun 2015 ini sehingga kondusif untuk pengembangan usaha.

Ditahun 2015 ini Perseroan akan tetap melanjutkan program-program yang telah dilakukan di tahun sebelumnya, baik untuk program pemasaran, operasional maupun program peningkatan kapabilitas karyawan melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan baik internal maupun eksternal.

Perseroan juga akan terus mencermati setiap perkembangan terutama dunia usaha yang berkaitan dengan usaha Perseroan seperti perkembangan teknologi dan perubahan harga. Dengan demikian Perseroan akan lebih siap dan lebih mempunyai daya saing yang semakin kuat.